Dell menyebutkan informasi ini dikumpulkan dua orang analis intelijen dari perusahaan CISO INTEL. Mereka melacak hacker di sejumlah forum underground hacker di seluruh dunia.
Laporan ini berfokus pada pasar Rusia dan pasar berbahasa Inggris selama kurun waktu kuartal ketiga 2015 hingga kuartal pertama 2016. Beberapa informasi di dalam laporan tersebut mengungkap bahwa hacker memasang tarif US$ 129 atau Rp 1,7 juta untuk membobol akun email Amerika Serikat seperti Gmail, Hotmail, serta Yahoo.
Para hacker juga menawarkan jasa untuk membongkar email perusahaan dengan tarif US$ 500 atau Rp 6,5 juta. Sementara untuk membongkar email Rusia, tarif yang ditawarkan adalah US$ 65-103 atau Rp 855 ribu-1,3 juta.
Kemudian, untuk membobol akun email Ukraina, para hacker meminta ongkos jasa sebesar US$ 129 atau Rp 1,7 juta. Jika pengguna ingin meretas alamat IP komputer, dikenai tarif tambahan US$ 90 atau 1,1 juta.
Bukan hanya email, sejumlah media sosial seperti Facebook dan Twitter juga bisa dibobol hacker dengan tarif US$ 129 atau Rp 1,7 juta. Sementara jika ingin membongkar akun laman media sosial Rusia seperti VK.ru dan OK.ru, mereka memasang ongkos jasa US$ 194 atau Rp 2,5 juta.
Tidak ada komentar:
Write komentar